Ketika sewaktu kecil, kita pernah ditanya “Dee kalau sudah besar, kamu mau jadi apa?”… yah namanya juga anak kecil,gak jelas jawabnya, paling2 cuma dijawab…”eeenng dede mau jadi Dokter / Insinyur / Pilot / Tentara / Pengusaha / Polisi (tapi yang lalu lintas/gede sampingannya)(Peace Pak damai ajah Kita cuma rakyat kecil.Ok) dan lain – lain yang belum tentu dilihatnya pekerjaan macam apa yang diinginkannya…..
Apa yang dicita2kan sewaktu kecil menjadi bahan pemikiran Orangtua, kemana jalan yang harus dilalui si anak agar ia (anak) dapat meraih cita2nya dan kemudian menjadi kebanggaan orang tuanya. Ada sebagian orang yang memilih menyekolahkan anaknya di tempat2 yang menjurus kearah yang diinginkan sianak sebagai cita2 atau tujuan hidup. sebgai contoh, jika sianak bercita2 menjadi Pilot atau penerbang, maka orang tua menyekolahkannya di sekolah dengan nilai2 pelajaran yang menjurus pada penerbangan, semisal disekolahkan TK di komplek AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia), SMP & SMK Penerbangan / SMA Angkasa. sehingga tertanam ilmu2nya sedari dini. Jika hatinya sudah menyenangi ilmunya maka jalan menuju pekerjaannyapun semakin mudah. Atau contoh2 yang lainnya yang berbeda, maka bukan hal yang tidak mungkin orang tua harus mengikuti langkah diatas.
Persoalan hidup terus mengikuti kita, tidak memandang usia, waktu dan tempat, bagai sosok bayangan yang terus mengikuti kemanapun kita berada. Tiap hela nafas, detak jantung dan aliran trombosit dalam darah selalu diikuti oleh bayangan. Cotoh2 diatas (penempatan anak untuk menuju cita2) bagi sebagian orang hanya bisa dijalani oleh orang2 (keluarga) dengan tingkatan ekonomi menengah Keatas padahal perlu diketahui bahwa yang enak itu selalu yang di bawah… Huuuuu maknyooos. (biar gak BT serius terus). itulah kendala yang ada. tingkatan ekonomi menghambat majunya pendidikan dan secara langsung tidak langsung persoalan tersebut sudah menghambat kita sebagai anak dari Orang Tua dan juga ANAK BANGSA (bukan BANGSAT) untuk dapat meraih cita2.
Banyak dari teman2 kita yang berasal dari tingkatan ekonomi menengah kebawah atau ekonomi lemah yang tidak bisa menentukan jalan menuju cita2nya. Uang yang memisahkan mereka kepada impian2 dalam menjalani hidup sehingga mereka hanya bisa bermimpi dan dimanfaatkan impiannya oleh para birokrat berhati busuk untuk menaikkan rating namanya. Mereka yang tidak mampu selalu terpuruk merunduk ambruk dan berusaha untuk tidak membusuk. Jika terjadi hal seperti ini maka, kita yang mampu dan memiliki kelebihan baik dalam harta maupun ilmu adalah pertolongan yang sangat mereka butuhkan. Mereka yang tidak mampu hanya sebagai penguji keimanan kita, sampai dimana kesombongan dan keangkuhan dalam diri menjadi raja yang menimbulkan keegoisan serta ketidak pedulian terhadap orang lain.
Kawan2 para sahabat satu ras (SEBAGAI MANUSIA) marilah, mulai sekarang luangkan waktu untuk membantu pendidikan bagi yang tidak mampu, sedekahkan 2,50% rizki kita untuk kita berikan kepada mereka . BAYANGKAN JIKA ANDA BERADA DALAM POSISI MEREKA SAAT INI, APA YANG ANDA LAKUKAN DAN ANDA HARAPKAN?????